Rangkuman Kotbah (Sermon Summeries) is an ongoing collection of thoughts, lessons and stories about our beautiful God, Jesus Christ. I want to inspire and encourage everyday people that your efforts and contributions can and will make a difference in lives. So, take a look around, make yourself at home and check back often.
Sunday, June 3, 2012
When Life Gets Tough 1 : Burnout
Sunday, May 13, 2012
Kuk Yesus
- Relationship (hubungan kepada Allah dan sesama)
- Fellowship (persekutuan kepada Allah dan sesama)
- Service (pelayanan kepada Allah dan sesama)
- Omnipresent (Tuhan maha tahu) = Alasan kita bisa mengetahui, karena Tuhan tahu. Tuhan memberikan kepada kita pengetahuan karena bentuk kasih karunia Tuhan. Kasih karunia ini disebut dengan common grace, yaitu kasih karunia yang berlaku untuk semua manusia, terlepas apakah manusia itu baik / tidak. Contoh Common grace ini adalah matahari yang bersinar, udara yang dihirup, hujan yang turun. Jadi dalam Common Grace, manusia dapat menemukan ide, inovasi. Ide dan inovasi berasal dari pengetahuan yang gunanya untuk membantu manusia dalam hidupnya. Tetapi tolong dimengerti bahwa common grace ini berbeda dengan kasih karunia yang telah menyelamatkan kita.
- Omnipresent (Tuhan maha hadir) = Tidak ada satu pun tempat di dunia dan semesta ini dimana Tuhan tidak hadir. Bahkan Raja Daud pun berkata di dalam mazmurnya bahwa Tuhan maha hadir dimanapun. (Mazmur 139)
- Omnipotent (Tuhan maha kuasa) = Karena Tuhan maha kuasa, itulah kenapa kita memanggilnya dengan panggilan Almighty God, atau God Almighty.
- Kuk yang bentuknya seperti busur panah yang diletakkan di leher
- Kuk yang dipasang di kepala atau tanduk
- Kuk yang dipasang di antara bahu dan leher belakang
- Visual learner = Cara belajar yang mengedepankan visual di dalam pikiran manusia. Orang seperti ini adalah orang yang dapat membayangkan gambar di dalam pikiran mereka. Karena kekuatan visual mereka, Tuhan memperbesar kemampuan untuk bisa membayangkan. Oleh karena itu Roh Kudus biasanya memberikan mimpi kepada orang-orang yang memiliki cara belajar visual learner.
- Auditory Learner = Listening and thinking what they experience. Seringkali Auditory Learner disalahartikan mereka tidak menyimak padahal mereka sedang mencerna.
- Kinesthetic Learner = experience by touching and emotion. So you feel what you hear and what you feel. Wanita cenderung lebih kinestetik karena wanita cenderung mengambil apa yang mereka rasakan dari masa lalu terlepas apakah data masa sekarang itu valid. Orang-orang kinestetik cenderung menggunakan emosi mereka saat mengambil keputusan.
Sunday, May 6, 2012
Zona Tuhan
Ibrani 12:14 "Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan."Kekudusan bukanlah topik yang populer untuk masyarakat sekarang ini meskipun Tuhan menginginkan kita semua hidup kudus. Kenapa Tuhan mau kita hidup kudus? Apakah Tuhan tidak mengenal jaman? Kan, jaman sekarang beda sama jaman waktu Yesus hidup. Jaman dulu godaan perlu diundang, tapi jaman sekarang, godaan dimana-mana dan datang terus menerus, apa masih bisa kita hidup kudus sekarang ini?
Permasalahannya, tahukah Anda bahwa setiap perintah dan ketetapan yang Tuhan terapkan kepada manusia adalah untuk keuntungan manusia yang menjalankannya? Manusia diciptakan serupa seperti Allah. Jadi, kalau Tuhan kudus, makan manusia juga ditentukan untuk hidup kudus / bersih.
Pernahkah Anda menyadari bahwa sifat kita akan kebersihan itu datangnya dari Allah? Kita memilih air yang jernih, kita menyukai kamar yang bersih, kita ingin memiliki ruangan yang rapih dan bersih ketika kita pulang ke rumah. Semua sifat kita yang menyukai kebersihan ini datangnya dari Allah. Bahkan apabila Anda memiliki seorang anak, Anda tentu menginginkan anak Anda hidup bersih. Anda mengajari mereka cuci tangan, mengganti baju bersih, cara mandi dan sikat gigi yang benar. Tidak ada orang tua dimanapun di muka bumi ini yang suka melihat anaknya kotor. Bayangkan betapa inginnya Bapa kita di surga melihat kita hidup bersih. Segala sesuatunya akan lebih baik pada saat kita bersih.
1 Petrus 1 :14-16
1:14 Hiduplah sebagai anak-anak yang taat dan jangan turuti hawa nafsu yang menguasai kamu pada waktu kebodohanmu,
1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.
Kata hawa nafsu di ayat 14 berasal dari kata epithymia, yang artinya longing / menginginkan sesuatu yang dilarang. Larangan sebenarnya adalah bentuk dari perlindungan, bukan sesuatu yang menghalangi. Tetapi permasalahannya, banyak manusia yang berpikir bahwa larangan itu menghambat kita. Banyak manusia berpikir Tuhan tidak menginginkan kita bahagia atau senang. Tahukah Anda bahwa Tuhan menginginkan Anda bahagia atau senang, tetapi Dia menginginkan Anda bahagia dan senang selamanya. Bukan hanya kesenangan sesaat dimana pada akhirnya Anda membayar harga yang lebih mahal daripada seharusnya.
Permasalahannya, Iblis dari jaman kitab Kejadian selalu mengompori kita untuk melanggar larangan Tuhan. Iblis menginginkan kita menjadi kotor. Tahukah Anda bahwa kotor itu sifatnya adalah menutupi / mengurangi / mengaburkan / menghambat / membawa penyakit? Banyak pasangan yang rentan mengalami masalah / gangguan dalam kehidupan pernikahannya karena sejak awal, mereka mengawali pernikahan mereka bukan dari kekudusan.
Efesus 1:4 "Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya."
Pernahkah Anda membayangkan apa yang akan terjadi kalau Anda sebulan saja, membiarkan semuanya kotor. Anda tidak mandi, tidak gosok gigi, tidak mengganti sprei, tidak membersihkan kacamata Anda, tidak mencuci mobil Anda, tidak mengepel dan menyapu rumah Anda dalam sebulan? Jangankan orang lain, Anda pun mungkin tidak akan betah menjalaninya. Permasalahannya, banyak orang yang betah memelihara hati dan pikiran yang kotor. Jadi, tidak heran kalau orang-orang seperti ini tidak bisa melihat atau mendengar suara Tuhan. Karena telinga mereka penuh dengan hal-hal yang kotor. Mata mereka penuh akan hal-hal yang kotor.
Keluaran 3:1-5
3:1 Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
3:2 Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
3:3 Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
3:4 Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
3:5 Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."
Kekudusan juga berbicara tentang pemisahan / separation. Mari kita tilik ayat 5. Bukankah sebenarnya semak itu sejak dulu sudah ada disana? Entah sudah berapa kali Musa melewati semak tersebut. Tetapi pada hari itu, saat itu, tempat itu menjadi berbeda, tempat itu menjadi tempatnya Tuhan karena Tuhan hadir disana. Karena Tuhan hadir disana, tempat itu dipisahkan dari tempat yang lain. Tempat itu istimewa karena tempat semak itu sudah menjadi zona-nya Tuhan.
Kis 3:19-20
3:19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,
3:20 agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.
Jadi, apa yang harus kita lakukan untuk hidup kudus? Jawabannya adalah kita harus sadar dan bertobat. Tidak cukup untuk kita hanya sadar, tetapi tidak bertobat. Ketika Anda sadar tetapi tidak bertobat, Anda tidak merubah apa-apa dalam hidup Anda. Ketika Anda bertobat, dosa Anda dibersihkan. Seperti saat Anda mandi, semua kotoran dibersihkan dari tubuh Anda. Dan akibatnya Anda merasakan kesegaran, keceriaan, Anda merasa bersih lagi. Dan saat Anda bersih, Anda mulai bisa melihat lebih jelas, mendengar lebih jelas. Dan ketika Anda dibersihkan, Anda baru menyadari bahwa hidup ini begitu indah. Tahukah Anda bahwa sebenarnya hidup ini indah sedari dahulu, hanya saja sayangnya, hati dan pikiran Anda terlalu kotor untuk bisa melihat betapa indahnya hidup ini?
Monday, April 23, 2012
Wilderness Lesson (Pelajaran dari padang gurun)
Padang gurun seringkali disebut di dalam Alkitab. Padang gurun adalah tempat dimana kita berada diantara kenyamanan diri kita sendiri dengan penggenapan janji tuhan.Di padang gurun dalam cerita Alkitab kita akan menemukan bahwa hal tersebut sering diidentikan dengan godaan, kesengsaraan, kesendirian, kebingungan, pencarian, pengembaraan.
Adalah sebuah pemikiran yang salah apabila kita berpikir bahwa kita tidak dapat mempelajari apa-apa dari padang gurun.
Bahkan beberapa musim dalam hidup kita bahkan harus dilalui melalui masa-masa di padang gurun ini.
Mari kita lihat cerita dari Yohanes Pembabtis.
3:1 Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
3:5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
3:6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.
Ayat ini diawali dengan kalimat pembuka "pada waktu itu.." Maksudnya adalah sebelum Yohanes Pembabtis memberitakan tentang kedatangan Mesias, sudah ada orang-orang lain yang menubuatkan kedatangan Mesias yakni Yesaya yang sudah menubuatkan kedatangan Yesus 700 tahun sebelumnya (Yesaya 11). Kalau Anda melihat kehidupan dari Yohanes Pembabtis, hidupnya mungkin tidak terlalu hebat. Namun dia dipersiapkan oleh Tuhan secara matang.
Kita perlu beradaptasi dengan musim-musim yang datang ke dalam kehidupan kita. Perlu diketahui bahwa Yohanes Pembabtis adalah anak dari seorang imam. Tentu di jaman itu, menjadi anak seorang imam sangatlah enak karena semua kebutuhan kita akan dipenuhi. Tetapi Tuhan menetapkan bahwa dia harus ke padang gurun dimana ada unta liar, belalang, binatang buas tetapi dia beradaptasi dengan lingkungannya yang baru ini.
Tahukah Anda bahwa padang gurun itu tidaklah berpenghuni pada saat itu? Tidak ada orang, hanya sebuah hamparan pasir yang kosong? Dan bayangkan bahwa Tuhan mengirimkan Yohanes kesana untuk berkotbah. Mungkin akan lebih mudah kalau Tuhan menyuruhnya berkotbah ke kota-kota dimana ada banyak orang tingal? Tetapi berkotbah di padang gurun?
Sebagai contoh : saat saya muda, saya tertarik untuk mengabarkan injil, jadi saya mengikuti mentor saya untuk berkotbah di pinggir jalan. Setelah beliau memberikan demonstrasi bagaimana caranya, tentu giliran saya berikutnya. Dan saya berkotbah ketika lampu sedang merah dan mobil-mobil berhenti. Ada seseorang yang membuka kaca mobilnya dan memberikan saya recehan. Singkat cerita, ketika saya bertanya "apakah ada seseorang yang ingin menerima yesus sebagai juru selamat?" ... Ada 6 orang yang menjawab iya. Darimana mereka datang? Ternyata mereka diam-diam mendengarkan kotbah saya dari balik dinding tidak jauh dari tempat saya berdiri. Dan tahukah Anda dalam cerita Yohanes, ketika dia memberitakan kedatangan Mesias, orang-orang kotalah yang berbondong-bondong datang ke padang gurun untuk mendengarkan dia?
Tuhan Yesus berjanji untuk membawa Israel ke tanah yang penuh dengan susu dan madu. Tetapi pada saat itu, di antara tanah mesir dengan tanah perjanjian, ada sebuah padang gurun yang harus mereka lewati. Beberapa bagian dari Alkitab tidak menganjurkan kita mengikuti teladan bangsa Israel karena dalam melewati padang gurun, mereka selalu bersungut-sungut.
Keluaran 15: 21-27
15:21 Dan menyanyilah Miryam memimpin mereka: "Menyanyilah bagi TUHAN, sebab Ia tinggi luhur; kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya ke dalam laut."
15:22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air.
15:23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
15:24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
15:25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,
15:26 firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."
15:27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu.
Diceritakan di kisah ini, bahwa bangsa israel baru saja melewati kejaran bangsa mesir dan baru saja melewati laut merah yang dibelah. Mereka bersukacita karena mereka lolos dari kejaran bangsa mesir. Tetapi di ayat 23 dikatakan bahwa mereka komplen karena mereka tidak bisa mendapatkan minum. Bayangkan, mereka sudah melihat keajaiban Tuhan yang sudah membelah laut Merah untuk mereka.
Di ayat 26, Jauh sebelum Tuhan memberikan hukum dan perintah, Tuhan Allah sudah mendeklarasikan bahwa Dirinya adalah penyembuh dan memberikan air untuk mereka minum. Apa yang terjadi di pasal selanjutnya?
Keluaran 16:1-3
16:1 Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir.
16:2 Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;
16:3 dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."
Mereka bersungut-sungut lagi. Tuhan mengabaikan komplen mereka dan memberikan mereka manna, yang adalah makanan untuk para malaikat serta memberikan daging dan roti. Dan Apa yang terjadi di pasal selanjutnya?
Keluaran 17: 2-3
17:2 Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu mencobai TUHAN?"
17:3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"
Mereka bersungut-sungut lagi. Dan kalau Anda memiliki waktu untuk membaca kisah perjalanan mereka selama di padang gurun. Yang mereka lakukan adalah komplen, komplen, komplen dan komplen lagi. Tidak perduli apa yang Tuhan lakukan dan sediakan untuk mereka, tampaknya mereka selalu memiliki sesuatu untuk dikomplen.
Ketahuilah bahwa apabila kita berada di dalam padang gurun, kita akan selalu tergoda untuk komplen dengan mudah. Jagalah lidah dan mulutmu. Penuhi bibirmu dengan pujian dan janji-janji Tuhan selama Anda di padang gurun.
Komplen yang dilakukan oleh bangsa Israel terjadi karena 3 hal yaitu nafsu, ketidakpercayaan dan ketidaksabaran. Mari kita bahas satu per satu.
1. Nafsu.
Bilangan 11:4-6
11:4 Orang-orang bajingan yang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
11:5 Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
11:6 Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat."
Kejadian ini pun diulang di Mazmur 106:4 "Mereka dirangsang nafsu di padang gurun, dan mencobai Allah di padang belantara." dan juga 1 Korintus 10:6 "Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,"
Dikatakan bahwa bangsa Israel memiliki nafsu akan ikan, bawang, mentimun, semangka. Coba Anda pikirkan, rasanya hal tersebut sah-sah saja. Tetapi makanan-makanan ini seakan-akan sangatlah jahat. Rasanya sah-sah saja untuk memakan ikan, bawang, mentimun. Lalu kenapa? Maksudnya adalah ini : Hal-hal yang sah pun bisa menjadi jahat di mata Tuhan ketika hal tersebut dapat membuat kita untuk tidak bersyukur akan apa yang telah Tuhan sediakan untuk kita. (bayangkan, bahwa mereka komplen mereka memakan manna yang adalah makanan malaikat)
Camkan ini, nafsu adalah hal yang membuat Anda begitu sibuk sehingga Anda tidak dapat mendengar suara Tuhan. Jadi kalau Anda sering bersungut-sungut dalam perkataan dan hidup Anda, berhati-hatilah, karena berarti ada begitu banyak nafsu di dalam diri Anda.
2. Ketidakpercayaan.
Bilangan 13 :30-32, 14:1-2, 6-11, 26-29
13:30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!"
13:31 Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: "Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita."
13:32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: "Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.
14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu.
14:2 Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!
14:6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya,
14:7 dan berkata kepada segenap umat Israel: "Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.
14:8 Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
14:9 Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka."
14:10 Lalu segenap umat itu mengancam hendak melontari kedua orang itu dengan batu. Tetapi tampaklah kemuliaan TUHAN di Kemah Pertemuan kepada semua orang Israel.
14:11 TUHAN berfirman kepada Musa: "Berapa lama lagi bangsa ini menista Aku, dan berapa lama lagi mereka tidak mau percaya kepada-Ku, sekalipun sudah ada segala tanda mujizat yang Kulakukan di tengah-tengah mereka!
14:26 Lagi berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun:
14:27 "Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar.
14:28 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.
14:29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.
Di dalam cerita ini, Tuhan sudah berjanji bahwa Tuhan akan mengantar mereka memasuki tanah perjanjian. Tetapi mereka takut karena banyak raksasa di tengah perjalanan mereka. Kaleb dan Yosua menenangkan hati bangsa Israel, namun bangsa Israel komplen dan berniat merajam Yosua dan Kaleb. Di ayat 11 kita bisa melihat bahwa ketidakpercayaanlah yang memhuat bangsa Israel komplen.
Iman harus berkaitan dengan hati, perkataan dan perbuatan kita. Berhati-hatilah kalau Anda sering bersungut-sungut dalam perkataan Anda. Misalnya karena Anda emosi, Anda mengatakan hidup Anda tidaklah panjang, dan Anda mengutuki diri Anda sendiri. Anda dapat mendapatkan apa yang Anda ucapkan. Tidak percaya? Kalau kita percepat cerita ini. Pada akhirnya yang masuk ke dalam tanah perjanjian hanyalah Kaleb dan Yosua beserta generasi yang baru. Generasi sebelumnyas yang bersungut-sungut semuanya mati di padang gurun sesuai dengan perkataan mereka karena mereka berkali-kali mengatakan mereka ingin mati di padang gurun. (ayat 26-29)
3. Ketidaksabaran
Bilangan 21 :4-9
21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
21:7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup."
21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.
Dalam cerita ini, sebenarnya perjalanan bangsa Israel menuju tanah perjanjian tidaklah jauh lagi dan mereka melewati bangsa Edom. Sebenarnya bangsa Israel dan Edom adalah sekutu. Namun raja Waheb, Sihon tidak mengizinkan bangsa israel melewati kota itu karena takut bangsa Israel akan mengambil persediaan air mereka. Oleh sebab itu bangsa israel harus sedikit memutar untuk bisa mencapai tanah perjanjian. Tentu saja karena memutar, jarak yang ditempuh menjadi lebih jauh dan waktu tempuh menjadi lebih lama.
Jagalah hati Anda kalau Anda menemukan roda kehidupan Anda perjalanannya sedikit memutar untuk mendapatkan janji tuhan. kenapa kita harus menjaga hati? Karena ketika kita bersungut-sungut, roh kita menjadi lemah dan dikalahkan. Anda menjadi susah untuk percaya kepada Tuhan. Dan juga Ketika Anda tidak menjaga hati Anda, Iblis akan masuk ke dalam hati Anda.
Bangsa Israel bersungut-sungut lagi dan banyak dari mereka yang dipagut ular. Logikanya? Bukankah sebenarnya memang di padang gurun itu banyak sekali ular? Dan Tuhan menjaga mereka dengan perlindunganNya. Namun karena mereka bersungut-sungut, Tuhan melepaskan perlindunganNya. Jadi apa yang harus kita lakukan? Bertobatlah atas komplen-komplen Anda.
Friday, March 16, 2012
Komitmen
Mazmur 37:5 NKJV "Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;" -- Dalam arti singkat, komitmen adalah melekatkan atau mengikat. Salah satu bentuk dari komitmen adalah pernikahan dan Alkitab mengatakan dengan menikah, manusia yang tadinya dua akan melekatkan atau mengikat dirinya dengan pasangannya menjadi satu.
Pada saat seseorang memutuskan untuk berkomitmen dalam pernikahan, dia memutuskan untuk melekatkan diri kepada pasangannya. Oleh karena itu perceraian akan sangat menyakitkan karena kita melepaskan sesuatu yang sudah sangat lengket. Misalkan Amplop. Ketika Anda melekatkan tutup amplop dan membuka kembali, tentu akan ada bekas-bekas amplop yang ikut tertarik oleh lem amplop tersebut.
Komitmen adalah hal yang sangat berat. Karena komitmen membutuhkan pengorbanan. Kalau seseorang sudah berkomitmen, maka dia harus bersungguh-sungguh melakukan komitmennya. Jadi komitmen bukanlah untuk main-main, melainkan bentuk dari kesungguhan.
Komitmen kita haruslah lebih besar daripada perasan kita. Kenapa? Karena dalam pernikahan, kita tidak bisa mengandalkan perasaan kita saja. Karena perasaan kita akan pasang surut. Bahkan, perasaan kita bisa hilang terhadap pasangan. Kenapa? Karena perasaan kita ditentukan oleh apa yang terjadi di sekeliling kita.Tetapi kalau komitmen kita jelas dan kita berani sungguh-sungguh, kita mendapatkan arah. Jadi arah yang sudah jelas itulah yang harus kita tempuh tidak peduli apa rintangannya.
Karena membutuhkan pengorbanan, jalan yang terkadang berat dan terjal itulah tidak semua orang mau berkomitmen. Kita ambil contoh seseorang yang memiliki tato pada tubuhnya. Anda tentu tahu bahwa mentato tubuh itu sangat sakit. Sekali tato itu dimulai, harus diakhiri. Karena kalau tidak selesai akan sangat lucu dan aneh melihat tato yang tidak selesai. Jadi, dibutuhkan komitmen yang sangat besar untuk menyelesaikan sebuah tato dan hal tersebut juga menyakitkan.
Hal yang sama terjadi dalam pernikahan. Pernikahan Anda mungkin menyebabkan Anda sakit, tetapi kalau kita tetap berkomitmen sampai akhir, kita akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan lebih clear dan mendapatkan akhir yang baik juga, karena ingat bahwa pernikahan adalah idenya Tuhan dan Tuhan hadir sebagai saksi serta Tuhan membenci perceraian.
Orang-orang yang berkomitmen adalah orang-orang yang menyelesaikan pekerjaannya hingga selesai. Jadi, kalau Anda mau pekerjaan atau tugas yang Anda berikan hingga selesai, carilah orang-orang yang punya komitmen. Karena orang-orang yang memiliki komitmen adalah orang-orang yang setia. Orang yang setia kepada perkara kecil juga akan setia kepada perkara besar.
2 Timotius 4:5-7
4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
> janganlah hendaknya kita memakai perasaan. Sabarlah. Sayangnya banyak orang yang memiliki potensi dan talenta yang luar biasa, namun mereka tidak memiliki komitmen untuk menggunakan talenta dan potensi mereka secara maksimal. Akhirnya, mereka tidak menggunakan dan menggali potensi mereka ke level maksimal dan lebih tinggi.
Orang-orang yang berkomitmen adalah orang yang memegang apa yang dia katakan atau janjikan. Jadi, belajar untuk memegang janji adalah belajar dengan memegang komitmen. Dan juga, ketahuilah bahwa tingkat komitmen yang diberikan seseorang menunjukkan tingkat kedewasaan orang tersebut.
Kita ambil contoh orang yang kumpul kebo. Kebanyakan orang yang kumpul kebo menggunakan istilah ini “Kenapa harus menikah? Toh, Its just a piece of paper.” Pertanyaannya : If it was just a piece of paper, then why don’t you sign it? Karena kita tahu disaat kita menandatanganinya, ada komitmen di belakang itu.
Komitmen juga berfungsi memberikan ketenangan. Kalau seseorang suami –istri memiliki komitmen untuk hidup kudus, hidup suci dan takut akan Tuhan. Maka komitmen tersebut akan membuat anak-anak dan pasangannya juga lebih tenang. Hal yang sama juga terjadi kepada Bank / Asuransi / Leader. Tentu Anda akan lebih tenang menyerahkan uang Anda yang memang memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga uang nasabahnya. Tuhan Yesus sendiri adalah seorang leader yang tidak pernah menyerah karena dia selalu melakukan apa yang menjadi komitmennya.
Ketenangan juga adalah sesuatu yang mahal harganya. Kita juga harus berkorban untuk mendapatkan ketenangan. Kita perlu bekerja untuk mengejar ketenangan. Misalnya Anda ke gereja, namun apa jadinya kalau tidak ada kru gereja yang bertugas? Misalkan tidak ada petugas parkir, tidak ada usher. Tidak ada pemain musik. Tidak ada pemimpin kotbah. Anda tentu tidak merasa tenang mendapatkan gereja yang seperti itu.
Komitmen juga mendatangkan kepercayaan. Kalau seseorang berkomitmen terhadap perkara-perkara kecil, dia layak diberikan kepercayaan untuk komitmen yang lebih besar. Petrus dipercayakan untuk menggembalakan domba-domba Yesus. Pertanyaannya, kenapa Petrus? Padahal ada murid-murid Yesus yang lainnya. Jawabannya karena Petrus yang memiliki komitmen paling jelas dari antara semua muridnya. Memang benar bahwa Petrus menyangkal Yesus tiga kali, tetapi setidaknya Petrus menemani Yesus disaat itu ketimbang murid-muridnya yang tidak menemani Dia.
Mazmur 105:8 “105:8 Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan,”
Anda tidak perlu kuatir. Dia tidak pernah lupa aka janjinya. Ketika Anda datang kepada Tuhan, Anda akan mendapatkan ketenangan ketika mengetahui dia mengingat semua janjinya.
Mazmur 62:6-7
62:6 (62-7) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.
62:7 (62-8) Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.
Karena Yesus tidak goyah, maka kita pun tidak boleh goyah. Kita akan mendapatkan ketenangan ketika mengetahui kita bersandar kepada Tuhan yang tidak tergoyahkan. Komitmen Tuhan kepada kita sangat jelas, tetapi bagaimana komitmen kita terhadapNya? Banyak orang berkata mereka memiliki komitmen kepada Tuhan, tetapi mereka tidak memiliki komitmen terhadap tubuhNya, yakni gereja. Mereka menganggap bahwa gereja tidak sempurna. Ketahuilah bahwa tidak ada gereja yang sempurna. Kalaupun ada gereja yang sempurna, gereja tersebut akan menjadi tidak sempurna karena kehadiran Anda. Jadi, sekali lagi. Komitmen berbicara tentang kedewasaaan, dan kedewasaan membutuhkan pengorbanan.
Thursday, March 15, 2012
The Power of Commitment
Thursday, February 9, 2012
Know Your Enemy 1 - Introduction

Semua rangkuman mengenai seri Know Your Enemy ini diambil dari Account Youtube dan diterjemahkan langsung ke bahasa Indonesia.
Tulisan terjemahan ini dimaksudkan untuk membuka pengetahuan Anda akan kemana bergeraknya dunia ini secara keseluruhan dan menelanjangi perbuatan-perbuatan tipuan Iblis yang bekerja di dunia ini. Tuhan memberkati Anda.
- Babilon
- Menara Babel
- Mystery Religion
- Astrologi
- Katolik Roma
- Paus
- Bunda Maria (Asherah, Ashtoreth, Jezebel, Lilith, The Goddess)
- Islam
- Kaum Jesuit
- Kaum Freemason
- Simbol-simbol Okultisme
- Illuminati
- Evolusi
- Filosofi
- Alkitab
- Revolusi Perancis
- Revolusi America
- Perang dunia 1 dan 2 (dan 3?)
- Krisis keuangan global
- United Nation (UN)
- Perubahan Iklim
- Theosofi
- Israel
- Eropa Union
- United States of America
- Bohemian Grove
- Mormonisme
- Saksi Yehova
- Media (kultur Pop, Musik, Tv dan Film)
- Hari Raya (Natal, Halloween, dsb)
- Gereja-gereja baru
- Populasi penduduk dunia
- Kristen Mula-mula
- Dan masih banyak lagi.
-------------------------------------------------
Sunday, January 15, 2012
Pancaindera 4 : Tangan dan Hati

Thursday, January 12, 2012
Pancaindera 3 : The Art of Listening

BUKAN untuk menarik konklusi sendiri tentang siapa dia atau apa dia seharusnyaKita perlu melatih teknik mendengar. If you can win the heart, you win the man. Lucunya, banyak dari kita ingin menangkan orangnya, tetapi kita tidak tahu bagaimana cara menangkan hatinya.