Tuesday, January 10, 2012

Pancaindera 1 : Mata

Ibrani 5:11 -14
5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.
5:12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.
5:13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.
5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Dipandang dari sudut waktu, kita bertambah tua setiap tahunnya. Jadi kalau ada orang yang mengucapkan selamat tahun baru kepada kita, mengucapkan selamat ulang tahun kepada kita, artinya kita bertambah tua, bukan bertambah muda. Perhatikan di ayat 14, orang dewasa memiliki pancaindera yang terlatih? Kenapa terlatih? Karena sering dilatih.

Dikatakan bahwa anak kecil tidak memahami ajaran tentang kebenaran. Seringkali kalau kita memberitahukan atau mengomeli anak kita akan sesuatu yang benar, kita dibilang jahat atau tidak sayang oleh anak kita. Padahal, kita sedang mengajarkan kebenaran. Kenapa begitu? Karena mereka (anak-anak) masih belum bisa memahami kebenaran. Dan kalau kita sebagai orang dewasa, juga tersinggung karena anak kita mengatakan kita jahat, berarti kita juga belum dewasa. Ketika anak-anak beranjak dewasalah baru mereka mengerti bahwa apa yang kita ajarkan itu benar.

Begitu pun juga dengan saat pernikahan dimana sang mempelai mengucapkan terimakasihnya kepada orangtuanya. Walau hanya beberapa menit pasangan itu mengucapkan terimakasihnya, disaat yang sangat singkat itu, Anda bisa melihat sejarah / history keluarga itu seperti apa. Dan seringkali seisi ruangan meneteskan air mata karena apa yang sedang terjadi. Seringkali sang anak mengatakan seperti ini "Maaf Ma, Maaf Pa, atas semua yang saya lakukan dulu. Aku berterimakasih atas semua ajaran yang telah Mama Papa lakukan." Jadi, mereka mengakui bahwa mereka tadinya tidak mengerti apa ajaran kebenaran.

Masalahnya ada begitu banyak orang yang tua secara umur, tapi secara karakter dan rohani mereka masih kekanak-kanakan, padahal kalau dipandang secara sudut waktu, sudah seharusnya mereka menjadi mengajar tetapi mereka masih saja menolak pengajaran. Jadi, mari kita belajar tentang pancaindera yang pertama, yakni mata.

-------------------------------------------

Hellen Keller adalah seorang wanita yang luar biasa, seorang wanita yang walaupun di usia 18 kehilangan pendengaran dan penglihatannya. Dia buta dan dia tuli. Bisa Anda bayangkan, bagaimana berkomunikasi dengan orang seperti ini? Tetapi cacat fisiknya tidak menghalangi dia untuk melakukan perkara-perkara besar. Dia lulus dari Redcliff College dengan gelar kehormatan. Dia menulis beberapa buku dan keliling dunia mengampanyekan perkembangan pendidikan untuk orang-orang yang cacat fisik. Ada begitu banyak kemudahan untuk orang yang cacat fisik karena usaha-usahanya. Dia pernah berkata seperti ini : "The most pathetic person in the world is someone who has sight, but has no vision."

Anda punya mata yang indah, belum tentu Anda memiliki visi. Anda bisa menggunakan kontak lens warna, bukan berarti pemandangan Anda pun bagus. Sayangnya ada begitu banyak orang yang mencoba memperindah pemandangan dirinya dari luar, namun mereka tidak memiliki visi yang benar dalam dirinya.

-------------------------------------------

Jonathan adalah seorang penulis puisi satiris terbesar di dunia literatur yang lahir di1667 - 1745. Dia berkata seperti ini "Vision is an art to see the invisible."

-------------------------------------------

Markus 8:18 berkata "Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?"

Jadi, Anda belum tentu bisa melihat visi walaupun Anda bisa melihat. Jadi Anda harus memiliki pancaindera yang terlatih untuk mengetahui mana yang buruk dan baik. Tetapi dalam kehidupan, seringkali mata kita terlatih untuk melihat yang jahat ketimbang yang baik. Kita mencurahkan banyak waktu untuk hal yang jahat ketimbang yang baik. Dan ini terjadi kepada anak-anak Tuhan.

-------------------------------------------

Dalam Matius 6:22-23
6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.

Jadi, mata memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang. Bagaimana kita melihat apa yang kita pegang juga mempengaruhi keberhasilan kita. Jadi, mari kita lihat apa saja yang bisa menghalangi penglihatan kita.


1. Kita merasa takut dan tidak berada dalam jarak yang tepat.
Matius 14 :22-33
14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."

Murid-murid Yesus salah melihat Yesus sebagai hantu. Kenapa mereka bisa salah? Padahal jelas bedanya kentara antara Yesus dengan hantu. Penceritaan lain tentang perikop yang sama bisa dilihat di Markus 6:48, "Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka (murid-muridnya) mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka."

Anda harus tahu bahwa beberapa dari murid Yesus adalah nelayan. Dan untuk para nelayan untuk bisa menghadapi gelombang dan angin merupakan hal yang biasa. Mungkin untuk kita yang tidak terbiasa dengan laut, kita akan ketakutan ketika perahu berguncang. Tetapi, untuk para nelayan, hal itu biasa. Tetapi mungkin malam itu malam yang begitu spesial karena begitu besarnya angin, jadi mereka hanya terkonsentrasi dengan besarnya angin ketimbang hal yang lain, jadi ketika Yesus datang, mereka terkejut dan ketakutan.

Hari-hari ini banyak diantara kita yang hidupnya tidak diatas air, tetapi terombang-ambing oleh angin yang sedang berhembus dengan kencang. Mulai berita politik, ekonomi, krisis, belum lagi berita-berita yang menyangkut tentang diri kita. Dan jangan-jangan, karena kita terlalu berkonsentrasi terhadap angin-angin itu, kita tidak menyadari Tuhan mengirimkan kita bala bantuan dan kita menolak bantuan tersebut.

Di ayat ini, Yesus tidak tersinggung dibilang Hantu dan kemudian ngambek dan kemudian walk away. Tidak. Yang dia katakan adalah "Tenanglah!" Kita harus tenang dulu. Kebanyakan orang ketakutan dan langsung menjadi pembawa pesan krisis tanpa disuruh karena panik. Kita perlu tenang untuk bisa melihat persoalan dengan benar.

Sama seperti ini, kita tidak bisa memandang dengan jelas kalau kita melihat terlalu dekat dan kita tidak melihat kalau kita melihat terlalu jauh, jadi kita harus memiliki jarak yang tepat. Sayangnya, banyak dari kita yang tidak memiliki jarak yang pas, kita sudah berkomentar, mengkritik terlebih dahulu.

Jangan sampai apa yang terjadi di dunia, membuat Anda kehilangan fokus terhadap Tuhan. Ada seorang hamba Tuhan berkata seperti ini "Kekayaan orang fasik disimpan untuk orang benar seringkali dibicarakan, disinggung oleh gereja, tetapi kita tidak mengerti bagaimana kejadiannya saat Tuhan merealisasikan itu. Wealth Transfer (perpindahan kekayaan) jarang terjadi saat segala sesuatu berjalan baik. Tetapi wealth transfer sering terjadi dan kemungkinan besar terjadi saat krisis melanda."

Jadi seharusnya saat krisis melanda, kita jangan buru-buru berkomentar dan meminta untuk menghalaukan krisis itu dari kita. Kita lihat dulu, kita mundur dulu untuk melihat jangan-jangan ada yang mau ditransfer oleh Tuhan kepada Anda dalam keadaan krisis. Jadi segala sesuatu harus dilihat dalam perspektif yang positif terlebih dahulu.

2. Tergantung dari mana Anda memandang masalah
Matius 7: 1-5
7:1 "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Orang dalam cerita diatas, jelas memiliki masalah mata. Dia tidak bisa melihat balok di dalam matanya sendiri. Orang munafik adalah orang yang selalu melihat kekurangan orang lain padahal dirinya juga memiliki kekurangan yang sama dan dia tidak bisa melihat dalam perspektif yang benar. Kalau yang kelihatan saja kita sering salah lihat. Yesus sangat pandai untuk melihat yang tidak terlihat. Kita sebagai murid dan anaknya juga seharusnya pandai melihat apa yang tidak terlihat.

Disaat orang-orang melihat Simon, Yesus melihat bahwa Simon mampu menjaring jemaat.
Disaat orang-orang melihat Saulus sebagai penganiaya, Yesus menggunakan Saulus sebagai rasulnya.
Disaat orang-orang menjauhi Zakeus karena dia mengambil pajak yang lebih, Yesus menggunakan Zakeus karena dia bisa memberkati komunitasnya.

Kita bukan Tuhan, kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Anda akan menemui orang yang tidak menyukai Anda dan Anda akan menemukan orang yang menyukai Anda. Nah, untuk permasalahan orang yang tidak menyukai Anda, tergantung dari sudut mana Anda memandangnya. Anda bisa saja memutuskan untuk tidak bertegur sapa dan lainnya.

Lukas 4: 17-18
4:17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Kira-kira apa kabar baik untuk orang miskin? Jawabannya adalah mereka tidak perlu miskin lagi. Dan ditulis "penglihatan bagi orang-orang buta," Jadi, pelayanan Yesus adalah untuk memberikan visi kepada orang yang buta visinya. Dan kita bertindak sebagai agen Tuhan juga harus beroperasi pada urapan yang sama, yakni membantu orang melihat potensi yang ada di dalam diri mereka. Tetapi bagaimana kita bisa membantu mereka, kalau kita tidak memiliki mata yang terlatih?

-------------------------------------------

Filipi 2: 14-16
2:14 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
2:15 supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
2:16 sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.

No comments:

Post a Comment